Rabu, 08 Agustus 2012

Kerahiman Tuhan datang dari kehinaan kita

Pada suatu hari Yesus bersabda kepada Suster Faustina, firman-Nya begini:
"Catat-lah ini putriKu :
Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang Adil, pertama-tama Aku datang sebagai Raja Kerahiman.
Sebelum tiba hari keadilan, umat manusia akan diberi tanda di langit.
Segala terang  dilangit akan padam
Kegelapan akan meliputi seluruh bumi.
Pada saat itu akan tampak tanda Salib di langit, dan dari sela-sela, tempat tangan dan kaki Juru Selamat ditembus,akan memancar terang yang besar yang akan menyinari bumi selama waktu tertentu. 
Inilah saat singkat menjelang hari terakhir". [BCH, No. 83]

Pada suatu hari Suster Faustina melihat betapa banyaknya penderitaan akan harus ditanggung oleh bapak pengakuannya. Ia akan ditinggalkan oleh para sahabatnya dan semua orang yang menentang dia. Ia akan serupa dengan buah anggur yang dipilih Tuhan lalu dilemparkan ke dalam alat pengirik, wadah penderitaan. Kadang-kadang ia akan meragukan karya Yesus melalui Faustina. Maka Suster Faustina bertanya kepada Yesus mengapa Ia memperlakukan bapak pengakuannya dengan cara demikian, mengapa Ia seolah-olah mempersulit apa yang diperintahkan-Nya.

Yesus bersabda kepanya:
"Aku memperlakukan dia demikian sebagai kesaksian bahwa inilah karyaKu. Katakanlah kepadanya, suupaya ia jangan takut, siang malam pandangan-Ku tertuju kepadanya. Jumlah mahkota dalam mahkotanya [kelak] akan sama dengan jumlah jiwa yang diselamatkan lewat karya ini. Aku tidak mengganjar orang atas keberhasilan dalam pekerjaan, tetapi atas penderitaan." [BCH, No 90]

Seorang pimpinan biara pernah sangat marah kepada Suster Faustina. Ia menyebutnya perempuan aneh, histeris, visioner, dan menyuruhnya keluar dari kamarnya.

Setelah masuk kamarnya sendiri. Faustina rebah di hadapan salib Yesus. Ia memandang salib itu, tetapi tidak berdaya mengucapkan sepatah katapun. Ia diliputi berbagai pikiran gelap, antara lain: itulah ganjaranmu atas kesetiaan dan kejujuran, bagaimana mungkin bersikap jujur, bila tidak dipahami?

Lalu ia mengeluh:
Yesus, aku tak kuat lagi.
Sambil berkeringat, Faustina diliputi rasa takut. Ia sadar bahwa ia tidak punya seorangpun yang dapat menjadi tumpuan baginya.

Saat itu ia mendengar suara dalam hati:
"Jangan takut! Aku besertamu! [BCH, No 128-129]"

Pada suatu hari Suster Faustina dipanggil pimpinannya yang langsung mulai membentaknya.
"Suster harus buang pikiran bahwa Tuhan berkarya melalui dirinya" katanya ' Bahwa Tuhan Yesus tidak mungkin mau begitu akrab dengan suster yang begitu hina dan tidak sempurna. '

Suster Faustina membenarkan perkataannya, sebab memang merasa hina. Namun dia menyatakan pula bahwa dia mengandalkan kerahiman Ilahi.

Setelah tenang kembali, Faustina merendahkan diri di hadapan Tuhan dan berkata: 
'Yesus, bukankah Engkau tidak berhubungan dengan orang yang sehina ini?'

Sabda Yesus:
"Tenanglah, putri-Ku. Justru melalui kehinaanmu ingin Kutunjukkan kuasa kerahiman-Ku." 
[BCH, No 133]

1 komentar:

DnD mengatakan...

Tuhan Yesus ,Raja kerahiman Illahi,Kaulah andalanku